Wanita dan Iklan
Zaman sekarang banyak wanita, dengan segala daya tarik dan keindahannya mulai di berdayakan atau di manfaatkan oleh sejumlah kalangan, terutama bisnis. Mereka tidak sadar bahwa keindahan dan potensi yang mereka punyai hanya menjadi sekedar alat pemanis atau malah jadi barang dagangan saja.
Iklan adalah bisnis yang menggunakan ikon manusia sebagai daya tarik produk mereka, tak salah jika para pebisnis terutama iklan banyak menggunakan para wanita untuk mempromosikan barang dagangannya. Banyak sekali iklan berseliweran di mata kita. Ada yang melalui tabung ajaib bernama televisi, ataupun baliho-baliho besar yang membentang di sepanjang jalanan kota. Mata yang menikmati pun beraneka ragam, dari bapak tua uzur yang bau tanah, bapak berusia kepala empat yang sedang puber kedua, anak remaja beringasan yang bergejolak darah mudanya, ataupun anak bau kencur yang belum bisa lurus kencignya.

Lihatlah salah satu iklan mie rebus dengan Titikamal sebagai modelnya, dengan centil Titi mengajak seolah-olah mau menikmati mie bersama-sama, gayanya itu lho yang ga kuat……Kalo’ seandainya seorang Titi membintangi sebuah iklan sabun atau kosmetik mungkin saya ngga’ akan komentar dan wajar jika seperti itu , walaupun tetap aja sangat mengoda
<a
href=”http://s334.photobucket.com/albums/m440/radenmasdhias/?action=view¤t=cewekxl.png” target=”_blank”>
Belum lagi iklan sebuah operator seluler pro XL dengan menuliskan sebuah angka 1 di balutan kaos tipis baju seorang wainita., siapapun orang yang melihatnya pasti akan tertuju pada lekukan angka 1 di dadanya. Wah bikin hati berdesir…. Saya tidak mengerti tujuannya apakah dengan melihat angka 1 yang tertera di dadanya lantas terhipnotis dan otak tidak bekerja secara normal., sehingga para konsumen pun mudah di kelabui dan lebih tertarik bukan karena produknya tetapi karena modelnya seorang wanita seksi
Tidak tepatnya kontek penggunaan objek iklan seperti itu “bisa di bilang ngawur”tentu bukan karena kebetulan saja . Saya berani jamin bahwa orang yang mengarsiteki pembuatan iklan tersebut adalah orang yang berpendidikan , mempunyai intelektual tinggi , tapi kenapa masih saja ngawur bahkan seolah-olah semua produk adalah wanita yang mempunyai daya tarik dan pesona. Bisa di tebak bahwa mereka hanya menyesuaikan dengan target pelanggan. Masarakat kita yang masih terbilang awam masih cenderung melihat luarnya dari pada isinya . Kelihatan menarik ? itulah yang di beli masyarakat. Kalo memang demikian maka siap-siaplah kaum wanita untuk tereksploitasi dan di manfaatkan untuk kepentingan bisnis semata.